Bab Al Kalam Ihtisar Nahwu

Aug 10, 2016 | | Say something

Bab Al Kalam Ihtisar Nahwu. Definisi Al Kalam (الكلام).  Al Kalam adalah lafadz yang tersusun yang memberikan faidah dengan menggunakan bahasa Arab.  Macam-macamnya ada tiga yaitu: 1. Isim, 2. Fi’il, 3. Huruf.

1. Isim

Isim adalah kalimat yang menunjukkan pada sebuah makna dalam dirinya dan tidak terkait dengan zaman(waktu)

Contoh:
1. محمد / Muhammad, kalimat ini tetap demikian baik sekarang, kemarin, atau pun besok tetap محمد.
2. مدرسة / madrosatun, kalimat ini tetap demikian baik sekarang, kemarin, atau pun besok tetap مدرسة.

Ciri-ciri dan tanda-tanda isim:

  1. Al Khofdhu yaitu kasroh (-ِ) dan yang menggantikannya. Contoh: هَذَا كِتَابُ المُدَرِّسِ lihat kalimat yang digaris bawahi المُدَرِّسِ harokat akhirnya adalah kasroh maka dia adalah isim, cirinya berharokat kasroh di akhirnya.
  2. Tanwin (-ً،-ٍ،-ٌ) , contoh: هَذَا كِتَابٌ , اَلَْبَيْتُ لِمُحَمَّدٍ , إِنَّ مُحَمَّدًا مُهَنْدِسٌ . Perhatikan kalimat-kalimat yang digaris bawahi كِتَابٌ, لِمُحَمَّدٍ , مُحَمَّدًا , harokat akhir dari setiap kalimat itu tanwin maka kalimat-kalimat tersebut dinamakan isim, cirinya berharokat tanwin di akhirnya.
  3. Masuknya alif dan lam (ال ), contoh: اَلْمَسْجِدُ جَمِيْلٌ , kalimat اَلْمَسْجِدُ di awalnya ada alif dan lam ال , maka kaliamt itu disebut isim, cirinya diawali dengan ال.
  4. Masuknya huruf-huruf al khofdhi/ al jar, diantaranya: من، وإلى، وعن، وعلى، ورب، والباء، والكاف، واللام.  Contoh:
  • ذَهَبْتُ مِنَ الْبَيْتِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ. Saya pergi dari rumah ke sekolah.
  • ذَهَبْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ. Saya pergi ke masjid.
  • رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ الْقَوْسِ. Saya melempar anak panah dari busurnya.
  • صَعِدْتُ عَلَى الْجَبَلِ. Saya naik ke gunung.
  • رُبَّ رَجُلٍ كَرِيْمٍ قَابَلَنِيْ. Terkadang seorang laki-laki dermawan menemuiku.
  • مَرَرْتُ بِالْوَاضِي. Saya melewati lembah.
  • لَيْلَى كَالْبَدْرِ. Laila bagaikan bulan purnama.
  • اَلْحَمْدُ للهِ. Segala puji bagi Alloh.

Kalimat-kalimat yang digaris bawahi adalah isim, cirinya adalah dimasuki oleh huruf-huruf khofdi/jar.

5. Masuknya huruf-huruf sumpah/qosam, diantaranya: الواو، والباء، والتاء. Contoh:

1. Demi bukit Thur. 1. وَالطُّوْرِ.
2. Demi Alloh aku akan bersungguh-sungguh. 2. بِاللهِ لَأَجْتَهِدَنَّ.
3. Demi Alloh aku akan menipu patung-patung kalian. 3. تَاللهِ لَأَكِيْدَنَّ أَصْنَامَكُمْ.

2. Fi’il

Padanannya dalam bahasa Indonesia adalah kata kerja. Definisi Fi’il: Kalimat yang menunjukkan pada sebuah makna dalam dirinya dan berkaitan dengan salah satu zaman yang tiga yaitu: al madhi (waktu lampau), al hal (waktu sekarang), dan al mustaqbal (waktu yang akan dating).

Jenis-jenisnya ada tiga, yaitu:

1. Al Madhi/الماضي , yaitu kata kerja untuk waktu lampau.
2. Al Mudhori’/المضارع , yaitu kata kerja untuk waktu sekarang dan akan datang.
3. Al Amr/الأمر , yaitu kata perintah.

Contoh:

No. Jenis Fi’il
الماضي المضارع الأمر
1 Dia telah menulisكَتَبَ Dia sedang menulisيَكْتُبُ Bukalah!اُكْتُبْ
2 Dia telah dudukجَلَسَ Dia sedang dudukيَجْلِسُ Duduklah!اِجْلِسْ
3 Dia telah membacaقَرَأَ Dia sedang membacaيَقْرَأُ Bacalah!اِقْرَأْ
4 Dia telah membukaفَتَحَ Dia sedang membukaيَفْتَحُ Bukalah!اِفْتََحْ

Ciri-ciri dan tanda-tanda fi’il:

1. قَدْ misalnya pada jumlah berikut: لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ رَبِّكُمْ. Sungguh-sungguh telah datang seorang rosul dari Robb kalian. Maka جَاءَ adalah fi’il karena di dahului oleh قَدْ .

• قَدْ ini bisa masuk dalam fi’il madhi dan fi’il mudhori’. Apabila masuk pada fi’il madhi maka قَدْ mempunyai dua makna yaitu:

a. التحقيق At Tahqiq / sungguh-sungguh, contohnya:

1. قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ Sungguh-sungguh telah bahagia orang-orang yang beriman.
2. لَقَدْ رَضِيَ اللهُ عَنِ الْمُؤْمِنِيْنَ Sungguh-sungguh Alloh telah meridhoi orang-orang yang beriman.
3. قَدْ حَضَرَ مُحَمَّدٌ Sungguh-sungguh Muhammad telah hadir.

b. التقريب At Taqrib/ sesaat lagi, hampir saja, contohnya:

1. قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ Hampir-hampir sholat didirikan.
2. قَدْ غَرَبَتِ الشَّمْسُ Hampir-hampir matahari tenggelam.

• قَدْ Apabila masuk pada fi’il mudhori’ maka mempunyai dua makna juga, yaitu:

a. التقليل At Taqlil/ terkadang, jarang, contoh:

1. قَدْ يَصْدُقُ الْكَذُوْبُ Terkadang pendusta itu jujur.
2. قَدْ يَجُوْدُ الْبَخِيْلُ Terkadang orang bakhil itu berderma.

b. التكثير At Taksir/ kebanyakan, biasanya.

1. قَدْ يَنَالُ الْمُجْتَهِدُ بُغْيَتَه Orang yang bersungguh-sungguh biasa mendapatkan keinginannya.
2. Seorang penyair berkata: وَقَدْ يَكُوْنُ مَعَ الْمُسْتَعْجِلِ الزَّلَلُ قَدْ يُدْرِكُ الْمُتَأَنِّي بَعْضَ حَاجَتِهِ
Orang yang hati-hati biasa mendapatkan sebagian hajatnya.  Dan bersama orang yang tergesa-gesa biasa ada ketergelincirannya

2. س dan سوف

Kedua huruf ini disebut sebagai huruf At Tanfis (التنفيس) yang bermakna akan datang/الاستقبال.
Perbedaannya adalah siin untuk jarak dekat, sedangkan saufa untuk jarak yang jarak yang jauh. Dan keduanya hanya masuk pada fi’il mudhori’.

Contoh siin س:

1. سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ Orang-orang bodoh dari kalangan manusia itu akan mengatakan.

2. سَيَقُوْلُ لَكَ الْمُخَلَّفُوْنَ Orang-orang yang menyelisihi itu akan mengatakan padamu.

Contoh saufa سوف:

1. وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى Dan Robbmu akan memberikan (pahala) padamu kemudian kemudian kamupun ridho.

2. سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًا Kami akan masukkan mereka ke dalam neraka. Pahala dan neraka hanya akan ada di akhirat. Jadi سوف untuk masa yang akan datang tapi jauh.

3. Ta’ ta’nis sakinah (تْ).

Maksudnya تْ ini untuk menunjukkan bahwa fa’il(subyek) atau naibul fa’il(pengganti posisi fa’il) pada fi’il/kata kerja itu adalah perempuan. Dan تْ ini hanya masuk pada fi’il madhi.

Contoh:
1. قَالَتْ عَائِشَةُ أُمُّ الْمُؤْمِنِيْنَ ‘Aisyah Ummul Mu’minin telah berkata.
Fa’il/Subyek dari fi’il ( قَالَتْ ) pada jumlah di atas adalah عَائِشَةُ ini ditunjukkan oleh تْ yang tersambung fi’il قال.

2. فُرِشَتْ دَارُنَا بِالْبُسُطِ Rumah kami dihampari karpet.
دَارُنَا Adalah pengganti kedudukan fa’il/naibul fa’il ditunjukkan oleh تْ pada fi’il فرش.

3. Huruf

Definisi huruf: Berkata Syaikh Muhyiddin Abdul Hamid: كلمة دلت على معنى في غيرها yang artinya: Kalimat yang menunjukkan pada sebuah makna dalam selainnya.

Dengan definisi di atas maka huruf itu tidak mempunyai makna kecuali apabila masuk pada yang lainnya misalnya masuk pada isim atau masuk pada fi’il.

Contoh huruf yang masuk pada isim:

  • ذَهَبْتُ مِنَ الْبَيْتِ إِلَى الْمَسْجِدِ. Aku pergi mulai dari rumah menuju masjid.

Maka pada jumlah ini من min mempunyai makna memulai, dan إلى mempunyai makna tujuan.

Contoh huruf yang masuk pada fi’il:

  • سَيَذْهَبُ مُحَمَّدٌ إِلَى الْمَسْجِدِ. Muhammad akan pergi ke masjid.

Maka huruf س yang masuk dalam يذهب bermakna akan.

Posted in: Arabic Lessons | Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *